Rindu Semakin Berakar Umbi
Buat kali pertama ku melihat air matanya sejak kukenali dia sepinya kurasa di saat berduka inikah noktahnya pertemuan kita.
Rindu semakin berakar umbi. Lagu dalam gerimis dinyanyikan oleh kumpulan visa rindu semakin berakar umbi yang ku rasai saat kau pergi hujan bagai mengundang nestapa titis airnya bersama deru tangisanmu buat kali pertama ku. Rindu semakin berakar umbi yang kurasai saat kau pergi. Semakin berakar umbi yang kurasai saat kau pergi hujan. Rindu semakin berakar umbi em yang kurasai c b saat kau pergi em am hujan bagai mengundang nestapa em titis airnya c b em bersama deru tangisanmu d g buat kali pertama am em ku melihat airmatanya c b em sejakku kenali dia c d sepinya kurasa g c disaat berduka am inikah noktahnya b.
Bagai mengundang nestapa titis airnya bersama deru tangisanmu. Buat kali pertama ku mleihat oh airmatanya sejakku kenali dia sepinya kurasa disaat berduka inikah noktahnya pertemuan kita andai begitu suratan takdir usah lagi kita mungkir bersyukur pada rahmatnya kasih berpegang pada hakikat. Rindu semakin berakar umbi yang kurasai saat kau pergi. Rindu semakin berakar umbi yang kurasai saat kau pergi hujan bagai mengundang nestapa.
Rindu semakin berakar umbi yang kurasai saat kau pergi hujan bagai mengundang nestapa titis airnya bersama deru tangisanmu. Andai begitu suratan takdir usah lagi kita mungkir bersyukur pada rahmat nya kasih berpegang pada hakikat. Andai begitu suratan takdir usah lagi kita mungkir bersyukur pada rahmatnya. Titis airnya bersama deru tangisanmu buat kali pertama ku melihat air matanya sejak kukenali dia sepinya kurasa di saat berduka inikah noktahnya pertemuan kita andai begitu suratan takdir usah lagi kita mungkir bersyukur pada rahmat nya kasih berpegang pada.
Rindu semakin berakar umbi yang kurasai saat kau pergi hujan bagai mengundang nestapa titis airnya bersama deru tangisanmu buat kali pertama. Kasih berpegang pada hakikat. Rindu semakin berakar umbi em yang kurasai c b saat kau pergi em am hujan bagai mengundang nestapa em titis airnya c b em bersama deru tangisanmu d g buat kali pertama am em ku melihat airmatanya c b em sejakku kenali dia c d sepinya kurasa g c disaat berduka am inikah noktahnya b. Andai begitu suratan takdir usah lagi kita mungkir bersyukur pada rahmatnya.
Rindu semakin berakar umbi yang kurasai saat kau pergi hujan bagai mengundang nestapa titis airnya bersama deru tangisanmu buat kali pertama ku melihat airmatanya sejak ku kenali dia sepinya kurasa disaat berduka inikah noktahnya pertemuan kita andai begitu suratan takdir usah lagi kita mungkir bersyukur pada rahmatnya ho ho kasih berpegang pada hakikat.